Beranda | Artikel
Keagungan Akhlak dan Ketawaduan Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam
14 jam lalu

Keagungan Akhlak dan Ketawaduan Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam merupakan bagian dari kajian Islam ilmiah Mukhtashar Shahih Muslim yang disampaikan oleh Ustadz Abu Yahya Badrusalam, Lc. Hafidzahullah. Kajian ini disampaikan pada Ahad, 15 Rajab 1447 H / 4 Januari 2026 M.

Kajian Hadits Tentang Keagungan Akhlak dan Ketawaduan Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam

1. Kesabaran Menghadapi Kebodohan

كُنْتُ أَمْشِي مَعَ رَسُولِ اللهِ ﷺ وَعَلَيْهِ رِدَاءٌ نَجْرَانِيٌّ غَلِيظُ الْحَاشِيَةِ فَأَدْرَكَهُ أَعْرَابِيٌّ فَجَبَذَهُ بِرِدَائِهِ جَبْذَةً شَدِيدَةً نَظَرْتُ إِلَى صَفْحَةِ عُنُقِ رَسُولِ اللهِ ﷺ وَقَدْ أَثَّرَتْ بِهَا حَاشِيَةُ الرِّدَاءِ مِنْ شِدَّةِ جَبْذَتِهِ ثُمَّ قَالَ يَا مُحَمَّدُ مُرْ لِي مِنْ مَالِ اللهِ الَّذِي عِنْدَكَ فَالْتَفَتَ إِلَيْهِ رَسُولُ اللهِ ﷺ فَضَحِكَ ثُمَّ أَمَرَ لَهُ بِعَطَاءٍ.

“Aku pernah berjalan bersama Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam. Saat itu beliau mengenakan rida (pakaian atas) buatan Najran yang pinggirannya kasar. Tiba-tiba seorang Arab Badui menyusul beliau lalu menarik rida beliau dengan tarikan yang sangat keras. Aku melihat permukaan leher Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam sampai berbekas karena kasarnya pinggiran rida akibat kerasnya tarikan tersebut.

Kemudian orang Arab Badui itu berkata, ‘Wahai Muhammad, perintahkanlah untukku agar aku diberi bagian dari harta Allah yang ada padamu!’

Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam kemudian menoleh kepadanya lalu beliau tertawa. Setelah itu, beliau memerintahkan agar orang tersebut diberi suatu pemberian (harta).” (HR. Muslim)

Kisah ini menunjukkan keagungan akhlak serta ketawaduan beliau yang luar biasa. Jarang ditemukan pemimpin yang tidak marah saat diperlakukan secara kasar demikian.

Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam senantiasa bersikap lembut kepada orang-orang yang belum memahami adab. Hal ini memberikan pelajaran bahwa menghadapi orang bodoh tidak dapat dilakukan dengan kebodohan atau emosi serupa, karena tindakan tersebut hanya akan menyamakan kedudukan antara kedua pihak. Sikap terbaik adalah dengan tetap tenang dan lemah lembut, meskipun mengelola emosi dan harga diri saat direndahkan bukanlah perkara mudah bagi manusia.

2. Sifat Tawadhu dan Perhatian kepada Sahabat

Diriwayatkan dari Miswar bin Makhramah Radhiyallahu ‘Anhu, ia menceritakan bahwa Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam membagi-bagikan aqbiyah (jamak dari qaba, sejenis pakaian luar yang sempit). Namun, saat itu Makhramah tidak mendapatkan bagian.

Makhramah kemudian berkata kepada anaknya, “Wahai anakku, mari kita pergi menemui Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam untuk meminta bagian.”

Sesampainya di sana, Makhramah meminta anaknya, Miswar, untuk masuk dan memanggil Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam agar keluar menemuinya. Miswar merasa permintaan ayahnya tersebut adalah sesuatu yang terlalu lancang karena menyuruh seorang pemimpin dan Rasulullah untuk keluar menemuinya. Namun, ayahnya meyakinkan: “Wahai anakku, sesungguhnya beliau bukanlah orang yang sombong.”

Akhirnya, Miswar memanggil Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam. Beliau pun keluar menemui Makhramah sambil membawa sebuah pakaian qaba yang terbuat dari dibaj (sutra berkualitas tinggi) dengan kancing-kancing emas.

Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda: “Pakaian ini sengaja aku sembunyikan (simpan) khusus untukmu, wahai Makhramah.”

Setelah melihat pakaian tersebut, Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda, “Makhramah merasa ridha.” (HR. Muslim)

Sikap Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam yang bersedia keluar menemui rakyatnya menunjukkan kerendahan hati yang sangat tinggi.

Mengenai pemberian sutra dan emas kepada laki-laki dalam hadits ini, sebagian ulama berpendapat bahwa hal tersebut kemungkinan terjadi sebelum adanya pengharaman sutra dan emas bagi laki-laki. Pendapat lain menyatakan bahwa pakaian tersebut diberikan bukan untuk dipakai sendiri, melainkan untuk keperluan lain. Sebagaimana dalam hadits lain, Umar bin Khattab pernah diberi pakaian sutra, lalu ia bertanya kepada Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam alasan pemberian tersebut padahal pakaian itu adalah jatah bagi orang yang tidak mendapatkan bagian di akhirat.

Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam memberikan pakaian sutra kepada para Sahabat bukan untuk dikenakan oleh laki-laki, melainkan untuk dimanfaatkan bagi anggota keluarga mereka yang perempuan. Ketika Umar Radhiyallahu ‘Anhu menerima pakaian tersebut, beliau membagikannya kepada istrinya.

Kisah ini menunjukkan betapa agungnya sifat tawadhu Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam. Hal ini terlihat ketika Makhramah meminta anaknya untuk memanggil Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam agar keluar menemuinya. Meskipun tindakan tersebut dianggap tidak sopan oleh sebagian orang, Makhramah meyakinkan anaknya bahwa beliau bukanlah orang yang sombong.

“Sesungguhnya beliau bukanlah orang yang sombong.”

Sifat ini merupakan teladan penting bagi setiap Muslim. Setinggi apa pun kedudukan atau ilmu yang dimiliki, seseorang tidak boleh merasa besar di hadapan manusia. Terdapat sebuah doa yang menekankan pentingnya kerendahan hati:

وَإِنِّي أَعُوذُ بِاللَّهِ أَنْ أَكُونَ فِي نَفْسِي عَظِيمًا وَعِنْدَ اللَّهِ صَغِيرًا

“Sungguh aku berlindung kepada Allah dari sifat merasa besar (merasa lebih baik) dalam diriku, padahal disisi Allah aku adalah seorang yang hina.”

Seseorang harus tetap tawadu kepada sesama manusia karena segala kelebihan yang dimiliki merupakan pemberian dari Allah ‘Azza wa Jalla.

Bagaimana penjelasan lengkapnya? Mari download dan simak mp3 yang penuh manfaat ini.

Download mp3 Kajian

Mari turut membagikan link download kajian “Keagungan Akhlak dan Ketawaduan Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam” yang penuh manfaat ini ke jejaring sosial Facebook, Twitter atau yang lainnya. Semoga Allah Subhanahu wa Ta’ala membalas kebaikan Anda. Jazakumullahu Khairan.

Telegram: t.me/rodjaofficial
Facebook: facebook.com/radiorodja
Twitter: twitter.com/radiorodja
Instagram: instagram.com/radiorodja
Website: www.radiorodja.com

Dapatkan informasi dari Rodja TV, melalui :

Facebook: facebook.com/rodjatvofficial
Twitter: twitter.com/rodjatv
Instagram: instagram.com/rodjatv
Website: www.rodja.tv


Artikel asli: https://www.radiorodja.com/55957-keagungan-akhlak-dan-ketawaduan-rasulullah-shallallahu-alaihi-wa-sallam/